Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan tergantung dari movement atau pergerakkan yang dilakukan sekelompok orang untuk sebuah perubahan, revolusi dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan. Ukuran kecepatan suatu perubahan sebenarnya relatif karena revolusi pun dapat memakan waktu lama.

Misalnya revolusi industri di Inggris yang memakan waktu puluhan tahun, namun dianggap ‘cepat’ karena mampu mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat seperti sistem kekeluargaan dan hubungan antara buruh dan majikan yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Revolusi menghendaki suatu upaya untuk merobohkan, menjebol, dan membangun dari sistem lama kepada suatu sistem yang sama sekali baru. Revolusi senantiasa berkaitan dengan dialektika, logika, romantika, menjebol dan membangun.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Revolusi /re·vo·lu·si/ /révolusi/ perubahan ketatanegaraan (pemerintahan atau keadaan sosial) yg dilakukan dng kekerasan (spt dng perlawanan bersenjata). Revolusi umumnya mensyaratkan hadirnya seorang pemimpin kharismatik yang menjadi inspirasi dan pendorong semangat dalam sebuah movement atau pergerakkan untuk perubahan yang diinginkan.Dari beberapa revolusi yang pernah terjadi didunia,ada 2 revolusi yang tanpa melibatkan militer atau perlawanan senjata dan tidak memakan korban jiwa pada rakyat dimana revolusi itu terjadi.

REVOLUSI MUSIK, ya inilah revolusi yang dalam movement/pergerakkannya tanpa melibatkan militer atau perlawanan senjata dan tak juga menelan korban nyawa rakyat. Dimanakah revolusi ini terjadi dan siapakah pelaku dari movement yang melahirkan revolusi itu? THE BEATLES yang digawangi empat pemuda John Lennon, Paul McCartney, George Harrison dan Ringo Starr, band yang berasal dari Liverpool,Inggris. Dan RHOMA IRAMA bersama SONETA GROUP Indonesia.

Revolusi yang dilakukan The Beatles yang dikenal dengan BRITISH INVASION, The Beatles yang dinahkodai oleh Lennon dan McCartney berhasil menembus Amerika Serikat yang pada masa itu tak satupun penyanyi atau group musik diluar Amerika Serikat mampu menembusnya, Frank Sinatra, Elvis Presley, Buddy Holly serta The Beach Boys pada masa itu mendominasi pasar musik Amerika Serikat, dan The Beatles lah group musik diluar Amerika Serikat yang mampu masuk dalam Billboard Music Chart dengan menguasai chart tersebut beberapa minggu lamanya dan mengunguli penyanyi-penyanyi tersebut diatas.

Kesuksesan The Beatles menguasai tangga lagu di Amerika Serikat membawa mereka untuk terbang ke Amerika Serikat memenuhi rangkaian tour show dibeberapa negara bagian Amerika. Sukses pementasan membawa mereka tampil dalam program TV Show dan juga wawancara radio di Amerika Serikat. Kesuksesan The Beatles menaklukkan negeri Paman Sam menjadi pembuka jalan pada group musik Inggris lainnya seperti The Rolling Stone, Led Zeppelin dan Deep Purple serta penyanyi Inggris lainnya,masuknya group-group musik dan juga penyanyi Inggris ke Amerika Serikat inilah yang disebut dengan BRITISH INVASION atau serbuan para musisi Inggris ke Amerika Serikat.

Perlu dicatat jika tidak dapat menembus pasar musik Amerika Serikat pada masa itu dan juga sekarang sebuah group musik atau penyanyi tidak akan bisa mendunia. The Beatles lah yang menjadikan Rolling Stone, Led Zepplin dan Deep Purple dapat menularkan ROCK FEVER atau Demam musik Rock pada dunia termasuk Indonesia pada saat itu.

REVOLUSI MUSIK yang juga terjadi di Indonesia berawal dari movement atau pergerakkan yang dipelopori oleh Rhoma Irama bersama Soneta Group, agar musik Melayu tidak tercampak dari blantika musik di tanah air serta dapat sejajar dengan musik rock yang saat itu tengah mewabah yang dikenal dengan Rock Fever, wabah rock fever menjadi trigger bagi Rhoma Irama untuk mengawinkan musik melayu dan musik rock sehingga musik melayu lebih dinamis dan atraktif sama halnya dengan musik rock. Kepiawaian Rhoma Irama mengawinkan musik melayu dan musik rock melahirkan sebuah genre musik baru yang hingga kini kita kenal dengan musik DANGDUT.

Apa yang dilakukan Rhoma Irama pada saat itu sebuah usaha membendung kedigdayaan musik rock yang begitu kuat di Indonesia setelah adanya revolusi musik yang dipelopori oleh The Beatles, dari sinilah kita bisa melihat ada sequel atau lanjutan dari revolusi yang dilakukan oleh The Beatles dengan revolusi yang dilakukan Rhoma Irama dan Soneta. The Beatles membuka jalan bagi Rolling Stone, Led Zepplin dan Deep Purple untuk menabur rock fever sementara Rhoma Irama dan Soneta Group merevolusi musik melayu menjadi genre baru yaitu dangdut untuk membendung gempuran “rock fever” di Indonesia.

Pantaslah Joss Stone Diva Pop Inggris menyebut Rhoma Irama “The God Father of Dangdut”. Tak Pernah ada atau belum ada sebuah revolusi bertemu dalam sequel atau kelanjutan, revolusi musik dibarat oleh The Beatles dan revolusi musik ditimur oleh Rhoma Irama dan Soneta Group. Sampai saat ini Soneta Group dan The Rolling Stones tercatat sebagai group musik terlanggeng didunia yang masih eksis mengisi panggung musik di negara mereka masing-masing.

 

Tulisan: B. Maulana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here